Keindahan Puncak Gunung Ungaran

Thursday, September 6, 2018
    Sesuai dengan judulnya kali ini saya berkelana ke Kota Ambarawa, Semarang, Jawa tengah. saya pergi kesana tidak sendiri melainkan dengan ke 3 teman saya, di Ambarawa kebetulan sekali saya ada teman di sana, untuk mengirit biaya saya-pun langsung mengontak teman saya ini dengan sebuah kata-kata ampuh yang mampu membujuknya untuk memperkenankan kami untuk tinggal istananya.

  Setelah kami berangkat dan tiba di Semarang, saya langsung hubungi teman saya untuk memberitahu rute yang dilalu selanjutnya untuk sampai ke kota yang sangat misterius ini, setelah saya kontak dia, dan kami langsung di arahkan ke terminal terboyo di kota semarang dan menaiki bus
menuju terimanl bawen dibandrol dengan harga Rp.15.000 saya rasa teramat ramah di kantong, dengan perjalan tempuh yang hampir 3 Jam lebih. Perjalanan yang sangat menyenangkan dengan harga yang fantastis murah, dan di suguhkan pemandangan dari stasiun Terboyo menuju stasiun Bawen, dan dibus ini saya juga tau bahwa fasilitas umum ini saya pikir hanya dipergunakan untuk orang-orang yang pulang kampung atau pergi ke suatu kota, saya terkejut saat di tengah perjalanan bus ini berhenti buat ngetem sebentar dan saya takjub saat yang naik itu, guru sekolah, pekerja kantoran, anak sekolah, anak kuliahan, saya rasa mereka juga menikmati fasilitas umum ini juga.
Singkat cerita saya-pun tiba di stasiun Bawen tepatnya di kota Ambarawa kota yang sejuk, tenang dan tentunya sangat damai, saya cukup takjub liat kota ini, sesampainya di stasiun teman saya pun sudah menunggu di pintu gerbang stasiun Bawen dan langsung bertemu dengan kami, tanpa banyak bicara-bicara dia langsung membawa kami ke rumahnya ( mungkin dia tau kami sudah kelelahan menempuh perjalanan panjang satu harian, dan mungkin dia juga sudah mendengar tangisan perut saya, hahaha ).

   Tibalah kami di rumah temanku ini, kami di perkenalkan sama ibunya,bapaknya, adiknya, neneknya,teman-temannya dan tentunya pacarnya. sedikit bertanya-tanya tentang kota Ambarawa teman saya-pun langsung menyikapinya dengan antusias penuh. tak lengkap menikmati perjalanan tanpa mengetahui History dari tempat tersebut. Ambarawa adalah sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Pada era kerajaan-kerajaan Mataram (Amangkurat II ) kawasan ini belum disebut Ambarawa lebih tepatnya bernama Limbarawa. Dan ceritanya Ambarawa dulu sempat menjadi ibu kota Kabupaten Semarang, sebelum di pindahkan ke Ungaran. Ambarawa juga disebut sebagai kota Palagan Ambarawa, dan terdapat Musium Palagan Ambara,Musim Kereta Api Ambarawa dan Benteng Willem I, untuk lebih lengkapnya menceritakan soal sejarah semarang teman-teman bisa membaca di Wikipedia. Singkat cerita saya langsung bertanaya kepada teman saya yang tinggal di kota Ambarawa ini namanya Germy,
S :"Ger Ungaran tinggi gk ?" (saya)
G :"Yah, tinggilah wak"(Germy)
S :"Treknya susah gk ?"
Sebagai pegunung pemula dan saya juga salah, saya mendaki gunung tanpa adanya pelatihan terlebih dahulu saya menanyakan hal itu lebih dulu.
G :"Enggak wak, emang kenapa ?, mau mendaki ?"
Tanpa banyak basa-basi saya langsung bilang
S :"Nah itu tau. hahaha"
dia juga bertanya soal perlengkapan dan kesiapan mental kami dan kami bilang soal perlengkapan kami tidak membawanya, dan kami juga menanyakan apakah di sini ada yang menyewakan perlengkapan gunung (berkemah) dan ternyata ada.

   Kesokan harinya kami langsung mendatangi lokasi penyewaan perlengkapan, sesudah perlengkapan selesai kami menentukan tanggalnya yaitu 2 hari kedepan setelah semua perlengkapan di dapatkan. Sesampainya di hari yang menyenangkan dan penuh ke khawatiran ini kami terlebih dahulu meminta ijin kepada orang tua masing-masing agar di doakan bisa sampai ke summit ( puncak ) dan turun dengan selamat tanpa kurang sesuatu apapun, sebelum kami memulai kami berdoa terlebih dahulu untuk mulai melangkah mendaki gunung Ungaran dengan selamat dan tanpa ada gangguan karna kita juga percaya Tuhan dan kita juga percaya akan adanya kekuatan alam, maka  kita harus meminta keselamatan kepada Tuhan dan harus menjaga sikap dan tanggung jawab kita di alam bebas.

   Singkat cerita kami memulai perjalanan mendaki kami di malam hari pada pukul delapan malam agar esok harinya bisa melihat surise ( Matahari Terbit ) yang saya yakin sangat luar biasa mengagumkannya. setapak demi setapak kami lewati rintangan demi rintangan kami hadapi dengan baik, meski ada beberapa yang kurang baik di karenakan gelap dan senter penerangannya hanya dua, di depan satu dan di belakang satu yang memegang senternya, untung saja Germy dan 2 teman yang di ajaknya sudah pernah mendaki gunung Ungaran ini jadi mereka sudah lumayan hafal tracknya, gelapnya malam dengan semua suara-suara alam yang bergemuruh ditambah gerimis yang ada tidak menghalangi langkah kami untuk berhenti dan berbalik untuk pulang karena kami yakin, sesuatu yang di awali dengan baik akan baik pula akhirnya.
Kami terus memeberikan kode pada teman-teman yang tepat di belakang kami agar tidak kehilangan konsentrasi dan tetap terkontrol, setiap kami kelelahan kami harus berhenti bersama dan tidak boleh meninggalkan teman lainnya yang sudah kelelahan karena dari awal juga sudah di ingatkan naik bersama turun juga harus bersama. Saya cukup menikmati perjalanan ini meski kaki saya sudah cukup gemetaran untuk berjalan dan tangan saya sudah kotor karena banyak track yang membutuhkan kekuatan tangan untuk naik ke atas. Setibanya kami di puncak bayangan Ungaran tepatnya pukul satu dinihari, temannya Germy bilang " yaudah kita istirahat di sini aja soalnya puncaknya juga udah dekat, disini juga anginnya tidak kencang kita bisa bangun tenda dan masak di sini, saya rasa pemikiran yang tepat melihat juga kondisi fisik sudah cukup lemah. Kami pun mulai memasang tenda, memasak dan beristirahat.

    Tepat jam 4:30 am, alaram berbunyi dan kami pun melanjutkan perjalanan kami menuju Summit ( Puncak ) gunung Ungaran, beberapa dari kami tidak ke atas mereka memilih untuk tidur mungkin juga karena sudah kelelahan, saya pun melanjutkan perjalanan saya dan tiba di puncak pada pukul 04:50 am, sambil menunggu timbulnya matahari saya dan teman saya mempersiapkan kamera karena bagi saya sendiri melihat dan mengabadikan keindahan alam adalah kebanggaan tersendiri, tetapi kita juga harus ingat bahwa kita harus memeliharanya juga untuk kelangsungan hidup manusia, dan makhluk hidup lainnya. Tibanya pukul 5:30 am, matahari mulai menunjukkan keindahannya dengan awan yang menutupi sinarnya yang indah.

Ini adalah sebuah video yang menampilkan betapa indahnya Puncak Gunung Ungaran

Foto ini di ambil sewaktu saya berada di puncak Ungaran.

entah kenapa saya sangat suka berada di tempat ini mendengarkan percikan dan laju jalannya air yang mengalir, disini saya merasakan ketenangan yang tiada tandingannya, sangat indah dengan udara yang lebih segar dari biasanya.
Saya berharap suatu saat nanti saya bisa kembali ketempat ini dan saya juga berharap tempat ini tidak terkotori oleh tangan-tangan nakal yang hendak merusak keindahannya. Teruntuk para pecinta alam saya berharap setiap peraltan serta makanan yang kalian bawa dari bawah bisa kalian bawa turun ke bawah, saya mengutip sebuah kalimat yang di lontarkan oleh pecinta alam di sana yaitu "Yang kita tinggalkan di sini hanyalah jejak kaki" dan satu kalimat lagi yaitu "makanan di atas sini hanya ada dua kategori yaitu enak dan enak banget".



No comments

Powered by Blogger.

Follow by Email